MEUREUDU - Untuk menyelamatkan tanaman padi dari serangan tikus yang terjadi setiap tahun, Kadis Pertanian Tanaman Pangan Aceh, Prof Dr Ir Abubakar Karim, Kamis (11/8), menyerahkan empat pasang burung hantu kepada Wakil Bupati (Wabup) Pidie Jaya, H Said Mulyadi SE, MSi.

Hari itu juga kedelapan ekor binatang tersebut diterima empat kelompok tani (Poktan), untuk selanjutnya dilakukan penangkaran di wilayahnya masing-masing. Diharapkan, tiga tahun mendatang populasi tikus menurun drastis, sehingga produksi padi yang dicapai petani bisa meningkat.  

Penyerahan yang dirangkai dengan sosialisasi pengendalian tikus dengan burung hantu dilakukan di Komplek Gedung Unit Prosesing Benih (UPB) Gampong Geulidah Kecamatan Meureudu, disaksikan Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Ir Aswita, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Proteksi Tanaman Pangan Aceh, Ir Muazzin, Dandim, Kadistannak drh Muzakkir Muhammad, sejumlah Pimpinan SKPK serta anggota muspika Meureudu. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 200-an petani Meureudu, Meurahdua dan Ulim.

Kadistan Aceh Abubakar Karim, menyebutkan, dipilihnya Pidie jaya karena memang respon Pemkab dan Distannak sangat tinggi ketika rencana pemeliharaan burung hantu disampaikan beberapa bulan lalu. Namun, hasilnya tidak serta merta, tapi butuh waktu 3-4 tahun. “Jika ini berhasil, bisa jadi sejumlah kabupaten lain bakal melakukan hal sama,” kata Abubakar yang juga mantan Kepala Bappeda Aceh. (/seambinews)

LENSA

71239959.jpg42295290.jpgpantai kuthang.jpgpemandangan padi.jpg103826538.jpgmanohara-sunset.jpgbappeda.jpg88368709.jpg65624315.jpg42271677.jpgmanohara-sun rise.jpgkantor dprk.jpgkantor bupati.jpgkantor pu.jpgkuala merdu.jpg

LINTASAN SEJARAH

PETA LOKASI