Terwujudnya Masyarakat Pidie Jaya yang Aman, Sejahtera, dan Mandiri dengan Berlandaskan UUPA
Muspida Plus Kabupaten Pidie Jaya
Penyerahan Hewan Qurban dari Pemkab Pidie Jaya kepada Panitia Qurban
Penyerahan Bantuan Operasional dari Pemkab Pidie Jaya untuk Daya (Pesantren), di wilayah Kabupaten Pidie Jaya Oleh Wakil Bupati bersama Kepala Kantor Badan Dayah Kabupaten Pidie Jaya.
Pembukaan Rapat Paripurna II DPRK Pidie Jaya Masa Persidangan II Tahun 2016 terhadap Penyampaian Rancangan Qanun Kabupaten Pidie Jaya Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pidie Jaya.
Acara Pembukaan Kuliah Perdana Mahasiswa (i) baru tahun ajaran 2016/2017 Akademi Komunitas Negeri (AKN) PDD Pidie Jaya.
Acara Pembukaan HARDIKDA ke-57 Tahun 2016 oleh Gubernur Aceh di Kabupaten Pidie Jaya.
Acara Penutupan HARDIKDA Ke- 57 Oleh Bupati Pidie Jaya dan penyerahan penghargaan dari Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh Kepada Muspida Pidie Jaya.

MEUREUDU - Wakil Bupati (Wabup) Pidie Jaya, H Said Mulyadi SE MSi mengaku kebutuhan rumah layak huni untuk keluarga miskin/duafa di kabupaten itu mencapai ribuan unit. Tahun ini saja, kata Said, 4.522 unit rumah mendesak untuk dibangun baru dan direhab. Sejak tahun 2014 sampai 2016, rumah yang masuk dalam program rehab, baru 1.200 unit (30%).

“Karena keterbatasan anggaran, realisasi bantuan untuk membangun atau rehab rumah, terpaksa dilakukan bertahap,” kata Said Mulyadi, Kamis (6/10), usai menyerahkan bantuan dana untuk rehab rumah untuk keluarga miskin/duafa di kabupaten itu.

Bantuan dana rehab rumah yang diserahkan kemarin, bersumber dari Baitul Mal Pidie, untuk 27 keluarga miskin/duafa yang masing-masing menerima Rp 25 juta. Program bantuan rehab rumah ini sudah berjalan sejak dua tahun lalu, dan saat ini dilaporkan sudah 1.000 unit rumah yang dibantu dana rehabnya. Wabup Pijay berjanji, tahun 2017 mendatang, dana yang diplotkan untuk program ini akan lebih banyak lagi. “Bahkan sekitar 50 persen dana Otsus akan diplot untuk program yang sama,” kata Said Mulyadi.

Ia mengakui bahwa dengan dana yang tersedia, upaya untuk memberi tempat tinggal yang layak bagi warga miskin di kabupaten ini tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. “Karena itu untuk warga yang masih menempati rumah tak layak huni, supaya bersabar menunggu giliran,” pintanya.

Sementara, Kepala Baitul Mal Pijay, Tgk Marzuki HM Ali mengatakan, program rehab rumah ini dilakukan, karena untuk membangun rumah baru bagi warga yang tinggal di rumah tak layak huni, biayanya dinilai terlalu besar, yakni Rp 75 juta/unit. “Sedangkan dana yang terkumpul melalui Baitul Mal, juga harus disalurkan kepada berbagai senif lain, seperti membantu santri yang sedang menuntut ilmu, untuk balai pengajian, dan fakir miskin,” ujarnya.

Tahun ini, Baitul Mal Pidie hanya bisa memplotkan anggaran Rp 675 juta untuk 27 keluarga miskin/duafa di delapan kecamatan, yang beberapa di antaranya masih dalam pengerjaan. “Kita berharap akhir November ini rampung seluruhnya,” kata Tgk Marzuki. (/serambinews)

LENSA

103826538.jpg42271677.jpg42295290.jpg65624315.jpg71239959.jpg88368709.jpgbappeda.jpgkantor bupati.jpgkantor dprk.jpgkantor pu.jpgkuala merdu.jpgmanohara-sun rise.jpgmanohara-sunset.jpgpantai kuthang.jpgpemandangan padi.jpg

LINTASAN SEJARAH

PETA LOKASI

Onliners

We have 11 guests and no members online

HUBUNGI KAMI

Kantor BAPPEDA Lt.II, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya,

Cot Trieng, Meureudu.

Email : bappedapijay@gmail.com