Terwujudnya Masyarakat Pidie Jaya yang Aman, Sejahtera, dan Mandiri dengan Berlandaskan UUPA
Muspida Plus Kabupaten Pidie Jaya
Penyerahan Hewan Qurban dari Pemkab Pidie Jaya kepada Panitia Qurban
Penyerahan Bantuan Operasional dari Pemkab Pidie Jaya untuk Daya (Pesantren), di wilayah Kabupaten Pidie Jaya Oleh Wakil Bupati bersama Kepala Kantor Badan Dayah Kabupaten Pidie Jaya.
Pembukaan Rapat Paripurna II DPRK Pidie Jaya Masa Persidangan II Tahun 2016 terhadap Penyampaian Rancangan Qanun Kabupaten Pidie Jaya Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pidie Jaya.
Acara Pembukaan Kuliah Perdana Mahasiswa (i) baru tahun ajaran 2016/2017 Akademi Komunitas Negeri (AKN) PDD Pidie Jaya.
Acara Pembukaan HARDIKDA ke-57 Tahun 2016 oleh Gubernur Aceh di Kabupaten Pidie Jaya.
Acara Penutupan HARDIKDA Ke- 57 Oleh Bupati Pidie Jaya dan penyerahan penghargaan dari Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh Kepada Muspida Pidie Jaya.

SIGLI - Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dody Ruswandi mengatakan, rumah korban gempa di Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen dibangun mulai Januari 2017.

Informasi itu disampaikan Dody didampingi Inspektur Utama (Irtama) BNPB, Bintang Susmanto di sela-sela kunjungan ke BPBD Pidie, Rabu (21/12).

Menurut Dody, bupati di ketiga daerah menyatakan telah siap memaparkan data kerusakan rumah dan infrastruktur dalam rapat koordnasi (rakor) di BNPB di Jakarta. Rakor tersebut memaparkan rencana pembangunan kembali zona gempa secara permanen.

Hasil pemaparan oleh ketiga bupati itu nantinya menjadi data bagi BNPB untuk pengajuan angka kebutuhan dana kepada Menteri Keuangan. “Pengajuan dana oleh Kepala BNPB kepada Menteri Keuangan harus selesai selesai Jumat (23/12).

Ia menjelaskan, rumah rusak itu akan dibangun sendiri oleh masyarakat korban gempa. BNPB akan menyiapkan fasilitator teknik untuk pendampingan selama proses pembangunannya. Mutu pembangunan rumah tetap harus standar. Adapun honorarium fasilitator teknik dibayar BNPB. Sedangkan dana pembangunan rumah ditransfer ke masing-masing rekening pemilik rumah.

“Sistem ini telah kita lakukan ketika penanganan korban gempa di Aceh Tengah dan Bener Mariah yang berjalan sangat sukses. Masyarakat sebagai korban gempa cukup gembira rumah mereka dibangun sendiri,” kata Dody.

Ia mengatakan, kerja keras bupati di tiga kabupaten telah berhasil mendata rumah rusak berat dan rusak hanya dalam rentang waktu dua minggu. Dengan begitu kebutuhan rumah cepat dikerjakan sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo yang telah dua kali mengunjungi zona bencana di Aceh. “Pak Presiden meminta percepatan penanganan kembali rumah rusak, sarana ibadah dan infrastruktur. Kami menilai pendataan dilakukan bupati paling cepat selama BNPB menangani bencana,” katanya.

Sesuai data yang masuk ke BNPB, rumah rusak berat di Pidie Jaya sekitar 1.500 unit dan rusak sekitar 3.000 unit. Kabupaten tersebut paling besar kerusakan dampak gempa yang terjadi pada 7 Desember lalu. Adapun Pidie sebanyak 42 unit rusak berat dan 201 rusak. Sedangkan data rumah rusak di Kabupaten Bireuen belum masuk.

Masa tanggap darurat selama dua minggu telah selesai dan kini dilanjutkan masa transisi darurat kepada pemulihan. Tujuannya, kata dia, untuk menyelesaikan persoalan yang belum selesai. Seperti bangunan-bungunan sementara sehingga perlu waktu untuk didampingi dengan dana pusat. Perpanjangan transisi darurat kepada pemulihan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Proses Penanggulangan Bencana. (/serambinews)

LENSA

103826538.jpg42271677.jpg42295290.jpg65624315.jpg71239959.jpg88368709.jpgbappeda.jpgkantor bupati.jpgkantor dprk.jpgkantor pu.jpgkuala merdu.jpgmanohara-sun rise.jpgmanohara-sunset.jpgpantai kuthang.jpgpemandangan padi.jpg

LINTASAN SEJARAH

PETA LOKASI

Onliners

We have 93 guests and no members online

HUBUNGI KAMI

Kantor BAPPEDA Lt.II, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya,

Cot Trieng, Meureudu.

Email : bappedapijay@gmail.com