MEUREUDU - Pemerintahan Pidie Jaya (Pijay) bertekad untuk senantiasa transparan menyangkut arus bantuan yang diberikan pihak manapun, sebagai bentuk empati terhadap bencana gempa 6,4 scala richter yang meluluhlantakkan wilayah Pidie Jaya, Rabu (7/12) jelang subuh lalu.

“Ini juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kami kepada para pemberi bantuan, sekaligus juga kepada rakyat. Hingga bantuan itu benar benar dikelola secaraterbuka dan akuntabel,” ujar Bupati Pidie Jaya, Tgk H Aiyub Abbas yang didampingi Wabup Pidie Jaya, H Said Mulyadi SE, MSi, kemarin.

Dikatakan, transparansi bantuan itu akan dilakukan dalam bentuk pemberitahuan harian, baik itu melalui posko bantuan pemerintah, maupun melalui media massa. Hanya saja, bantuan yang ditransparansikan adalah bantuan atau sumbangan yang diserahkan melalui Pemkab Pijay. Sedangkan bantuan yang disalurkan secara pribadi atau kelompok kepada masyarakat atau golongan, itu sudah di luar jangkauan Pemkab Pijay.

Menurut Bupati dan Wabup Pijay, sikap terbuka itu dirasakan perlu, karena ini menyangkut barang dan dana milik rakyat. Apalagi rakyatnya yang kini tertimpa bencana dan sedang larut dalam kesedihan. “Ini titipan untuk ummat. Saya sudah instruksikan para staf jangan pernah bermain api dengan bantuan milik rakyat. Karena jangan sampai muncul luka di atas luka di sanubari rakyat Pijay,” tandas Bupati Aiyub Abbas.

Hingga saat ini bantuan terus mengalir ke Pidie Jaya, baik dalam bentuk logistik maupun uang. Konvoi bantuan dari arah barat dan timur Pijay itu, membuat arus lalu lintas ke Pijay, padat nyaris macet. “Kami sudah tiga jam dari Beurunuen menuju Meureudu untuk mengantar bantuan dari manajemen PT Astra Agro Lestari (AAL) perwakilan Aceh, buat korban gempa Pijay, namun belum sampai juga,” ujar Ridwan Manik, commonity development area manajer (CDAM) PT AAL, jelang magrib tadi malam.

Melalui keuchik
Pada sisi lain, Aiyub Abbas mengungkapkan, saat bantuan logistik sudah mulai mencukupi untuk beberapahari ke depan. Bantuan itu dipoolkan pada beberapa posko yang dibentuk Pemerintah Pijay. Pendistribusiannya dilakukan melalui keuchik. Kebijakan itu agar bantuan benar benar tersampaikan serta pengaturannya lebih terukur. “Jika warga butuh bantuan silakan ambil di Posko, dengan membawa daftar serta distempel oleh keuchik. Petugas akan menyerahkan bantuan dimaksud, terutama dalam bentuk logistik,” ujar Wakil Bupati Said Mulyadi.

Sedangkan bantuan dalam bentuk uang belum disalurkan, karena akan dicari formatnya, melalui rapat dengan jajaran propinsi, tokoh masyarakat serta pejabat terakit di Pijay. “Kami telah menginstruksikan kepada seluruh staf, uang bantuan tak boleh dipakai untuk operasional. Karena dana operasional ditalangi dengan dana APBK. Jadi bantuan itu murni untuk penanggulangan bencana gempa dan para korbannya,” kata Bupati Aiyub, seraya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas bantuan dan perhatian luar biasa yang diberikan untuk rakyat Pijay, Pidie dan Bireuen yang tertimpa musibah. (/serambinews)

LENSA

pantai kuthang.jpg88368709.jpgkantor bupati.jpgmanohara-sun rise.jpg42271677.jpgkantor pu.jpgkantor dprk.jpg71239959.jpgmanohara-sunset.jpg65624315.jpg103826538.jpg42295290.jpgbappeda.jpgkuala merdu.jpgpemandangan padi.jpg

LINTASAN SEJARAH

PETA LOKASI