MEUREUDU - Memasuki pekan ke empat bulan ini, sejumlah petani di Pidie Jaya mulai memanen padi. Hasil yang diperoleh tergolong lumayan atau rata-rata 7,5 ton perhektar atau luas 10.000 meter bujur sangkar alias empat naleh bibit. "Dari luas tanam sekitar 8.800 hektare, saat ini yang sudah panen kurang lebih 300-an hektare tersebar di kecamatan bandarbaru dan Trienggadeng," kata Kabid Produksi Dinas Pertanian setempat kepada Serambinews.com, Senin (27/2/2018).

Harga jual gabah berkisar antara Rp 5.000-Rp 5.100 per kilogram. Salah seorang petani Pangwa-Trienggadeng mengatakan, hasil yang didapat tergolong lumayan dan panen pun kebetulan tidak ada hujan. Sehingga harga jual lumayan atau Rp 5.100 sekilo. Tapi jika kondisi gabah basah, lanjut petani tadi bisa jadi harganya turun bahkan mungkin pedagang tak akan membelinya.

Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Sigli, Pidie, Ruslian, mengatakan, harga dasar gabah kering panen Rp 3.800/kg. “Kita hanya sebagai penyangga jika harga gabah turun, maka Bulog akan membeli. Tapi kalau harga bagus atau lebih tinggi dari yang dibeli Bulog, maka petani disarankan menjual ke pedagang pengumpul. Ditambahkan, Bulog tahun ini juga membeli gabah petani dan target yang ditetapkan pemerintah dan harus terpenuhi sebanyak 1.800 ton. Diakui angka itu sulit didapat, sejauh kondisi alam cerah karena harga yang diterima pedagang lebih tinggi, demkian Ruslian. (/serambinews)

LENSA

kantor pu.jpg42295290.jpgkuala merdu.jpg103826538.jpg88368709.jpgkantor bupati.jpgpantai kuthang.jpgpemandangan padi.jpgbappeda.jpgmanohara-sun rise.jpg42271677.jpg71239959.jpgmanohara-sunset.jpg65624315.jpgkantor dprk.jpg

LINTASAN SEJARAH

PETA LOKASI