MEUREUDU- Sebanyak 25 unit sarana ibadah di Pidie Jaya (Pijay) yang mengalami musibah gempa bumi pada 7 Desember 2016 lalu, akan mendapat bantuan dari Kementerian Agama (Kemenag) RI. Kepastian mendapat bantuan disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Pijay, Drs H Ilyas Muhammad MA, Jumat (9/3), mengatakan. “Alhamdulillah, sejumlah sarana ibadah yang kita usulkan tahun 2017 lalu akan mendapat bantuan Kemenag RI,” kata Ilyas Muhammad dengan rasa lega.

Tim dari Kemenag, lanjut Ilyas, yang sejak dua hari terakhir berada di Pijay meninjau langsung ke semua masjid dan meunasah untuk menyelesaikan tugas. Pada Kamis (8/3) mereka kembali ke Jakarta dengan membawa segepok data dan foto lapangan. Saat ditanya bagaimana tindak lanjut dan kepastian realisasi bantuan dimaksud, Kankemenag Pijay tersebut menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan jumlah bantuan dan jadwal pembangunan sarana tersebut. “Yang pasti, mereka akan melaporkan ke Menteri Agama terlebih dahulu sekaligus menunggu petunjuk lanjutan dari Pak Menteri, “ terang Ilyas. 

Ke-25 sarana ibadah yang direncanakan mendapatkan bantuan, terdiri atas 18 masjid dan 7 meunasah. Bangunan ini tersebar di enam kecamatan. Untuk Kecamatan Meureudu dan Bandardua masing-masing dua masjid dan satu meunasah. Sedangkan Trienggadeng, dua masjid dan dua meunasah, Panteraja dua masjid. Disusul Bandarbaru, sembilan masjid dan tiga meunasah serta Kecamatan Meurahdua hanya mendapat bantuan satu masjid. Besarnya bantuan bervariasi, berdasarkan tingkat kerusakan.

Sementara untuk Kecamatan Meurahdua hanya Masjid Madinah, Kemukiman Kuta Baroh, yang akan mendapat bantuan Kemenag RI. Masjid yang berada di Gampong Dayah Kruet ini hancur total atau roboh pada gempa bumi 7 Desember 2016 lalu. Untuk shalat Jumat, warga menggunakan masjid tua peninggalan zaman dahulu yang dibangun tahun 1922 lalu dan kini bangunannya sudah lapuk. Karena tak mampu menampung jamaah, panitia membangun ruang tambahan di bagian timur masjid dimaksud.

Pemkab Pijay sebelumnya pernah menegaskan bahwa jika pemerintah pusat tidak menganggarkan biaya untuk pembangunan sejumlah sarana ibadah yang rusak, maka Pemkab Pijay siap membiayai dengan menggunakan APBK, sehingga masjid dan meunasah yang rusak bisa kembali dipakai untuk pelaksanaan ibadah. (/serambinews)

LENSA

kantor dprk.jpgpantai kuthang.jpg71239959.jpgmanohara-sun rise.jpg65624315.jpg103826538.jpg42271677.jpgkantor pu.jpgkuala merdu.jpgpemandangan padi.jpg42295290.jpgkantor bupati.jpg88368709.jpgmanohara-sunset.jpgbappeda.jpg

LINTASAN SEJARAH

PETA LOKASI