MEUREUDU - Wakil Bupati Pidie Jaya, H Said Mulyadi SE MSi, Senin (25/6/2018), memungsikan pusat pasar tradisional Ulee Gle, Kecamatan Bandar Dua. Pasar tesebut hancur akibat bencana gempa pada 7 Desember 2016. Pembangunan kembali pasar tersebut dilakukan PT Wijaya Karya, dengan dana dari Kemeterian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kementerian PUPR) sebesar Rp 3,8 miliar.

Kini pasar trasidional Ulee Gle memiliki fasilitas yang reprentitatif. Pasar itu diperuntukkan bagi pedagang ikan, buah-buahan, sayur-mayur dan sembako. "Pasar ini dibangun kembali untuk menghidupkan geliat perekonomian masyarakat terutama para pedagang," kata Said Mulyadi, Senin (25/6/2018) usai meresmikan penggunaan fasilitas pasar tradisional tersebut.

Sebenarnya, kata Said Mulyadi, pembangunan pasar Ulee Gle sudah dirintis sejak 2013, saat Pijay di bawah kepemimpinan bupati dan wakil bupati HM Gade Salam dam HM Yusuf Ibrahim. Saat itu, dilakukan pembebasan lahan seluas 5 hektare. Setelah itu, dilanjutkan pada masa kepemimpinan H Aiyub Abbas-Said Mulyadi dengan membangun rumah toko (ruko), serta fasilitas pasar sayur dan ikan serta sembako.

Namun, pada 2016, beberapa fasilitas pasar tersebut hancur akibat gempa. Setelah semuanya disempurnakan, hari ini pasar itu dapat difungsikan. "Dengan dukungan semua elemen masyarakat terutama para pedagang, upaya pemindahan pedagang dari pasar lama ke pasar baru terwujud sebagaimana yang diharapkan," katanya. (/serambinews)

LENSA

bappeda.jpgkantor dprk.jpgmanohara-sun rise.jpg71239959.jpgkuala merdu.jpg42295290.jpg42271677.jpg88368709.jpgkantor pu.jpg65624315.jpgpantai kuthang.jpgkantor bupati.jpgmanohara-sunset.jpgpemandangan padi.jpg103826538.jpg

LINTASAN SEJARAH

PETA LOKASI