Terwujudnya Masyarakat Pidie Jaya yang Aman, Sejahtera, dan Mandiri dengan Berlandaskan UUPA
Muspida Plus Kabupaten Pidie Jaya
Penyerahan Hewan Qurban dari Pemkab Pidie Jaya kepada Panitia Qurban
Penyerahan Bantuan Operasional dari Pemkab Pidie Jaya untuk Daya (Pesantren), di wilayah Kabupaten Pidie Jaya Oleh Wakil Bupati bersama Kepala Kantor Badan Dayah Kabupaten Pidie Jaya.
Pembukaan Rapat Paripurna II DPRK Pidie Jaya Masa Persidangan II Tahun 2016 terhadap Penyampaian Rancangan Qanun Kabupaten Pidie Jaya Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pidie Jaya.
Acara Pembukaan Kuliah Perdana Mahasiswa (i) baru tahun ajaran 2016/2017 Akademi Komunitas Negeri (AKN) PDD Pidie Jaya.
Acara Penutupan HARDIKDA Ke- 57 Oleh Bupati Pidie Jaya dan penyerahan penghargaan dari Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh Kepada Muspida Pidie Jaya.

MEUREUDU - Warga yang mengalami gangguan jiwa di Pidie Jaya mencapai 707 orang (476 pria dan 233 wanita) dan semuanya dalam pengawasan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) setempat, dan pasien terbanyak berada di Kecamatan Bandarbaru.

Untuk mengurangi jumlah pasien tersebut sekaligus sebagai upaya penyembuhan, Dinkes membentuk Tim Pelaksanaan Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM). “Kami berharap, tim ini mampu memaksimalkan penanganan pasien gangguan jiwa,” kata Kadinkes-KB Pijay, H Said Abdullah SH, pada acara pembentukan dan penguatan TPKJM di Kana Wisma Meureudu, Rabu (18/7).

Pasien gangguan jiwa di daerah ini terdiri dari beragam kondisi dan tingkatan usia. Sebagian sudah ada sejak lama, dan sebagian lagi muncul pascagempa bumi dan tsunami tahun 2004, serta gempa bumi Pijay 7 Dsember 2016 lalu.

Pelayanan individu dimulai dari Puskesmas kemudian berlanjut ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Pembentukan dan Penguatan TPKJM dibuka Wabup Pijay, H Said Mulyadi, berlangsung selama dua hari dan diikuti sekitar 30 peserta.

Kadinkes menjelaskan, gangguan kejiwaan terkadang diawali dari trauma. Saat ini, semua Puskesmas di Pijay ikut menangani pasien yang trauma atau jiwanya terganggu (abnormal) diawali dengan pendeteksian atau pemeriksaan, kemudian memberikan pengobatan. “Jika memang perlu pengobatan lebih intensif lagi, maka Dinkes membawanya ke rumah sakit jiwa (RSJ) Banda Aceh,” terang Said Abdullah.

Usai pembukaan, Wabup Said Mulyadi bersama rombongan mengunjungi dua bersaudara yang mengalami gangguan jiwa. Mereka adalah Muhammad (35) dan Maryati (32) warga Gampong Manyang Cut Kecamatan Meureudu. Keduanya merupakan anak pertama dan kedua dari M Yusuf dan Rukiah.

Wabup mengaku kasihan dan prihatin dengan kondisi kejiwaan Muhammad dan Maryati. Kepada Kadinkes, Wabup meminta jika ada restu kedua orangtuanya, dan masih bisa diobati, hendaknya diupayakan dibawa ke RSJ Banda Aceh.

Wabup Pijay ini juga menyambut baik upaya yang dilakukan Dinkes Aceh terhadap TPKJM. Kepada jajaran Dinkes Pijay, ia berharap supaya pelaksanaan kegiatan dimaksud harus benar-benar berdaya guna bagi masyarakat. Diakui Wabup, gangguan jiwa juga terkadang muncul karena mengkonsumsi jenis barang terlarang atau narkoba. “Narkoba merambah ke gampong-gampong, orang tua serta masyarakat harus menjadi perhatian,” pesannya. (/serambinews)

LENSA

103826538.jpg42271677.jpg42295290.jpg65624315.jpg71239959.jpg88368709.jpgbappeda.jpgkantor bupati.jpgkantor dprk.jpgkantor pu.jpgkuala merdu.jpgmanohara-sun rise.jpgmanohara-sunset.jpgpantai kuthang.jpgpemandangan padi.jpg

LINTASAN SEJARAH

PETA LOKASI

Onliners

We have 28 guests and no members online

HUBUNGI KAMI

Kantor BAPPEDA Lt.II, Komplek Perkantoran Pemkab. Pidie Jaya, Cot Trieng, Meureudu.

Email : bappedapijay@gmail.com