IMG-20191108-WA0039-picsay.jpgIMG-20191106-WA0011-picsay.jpgIMG-20191111-WA0047-picsay.jpgIMG-20191106-WA0034-picsay.jpgIMG-20191111-WA0050-picsay.jpg

MEUREUDU - Disaksikan camat dan anggota muspika, Bupati Pidie Jaya, H Aiyub Abbas, Kamis (19/7/2018) di pendopo setempat menyerahkan bantuan dana stimulan kepada 273 orang warga. Pemberian dana ini untuk rumahnya rusak berat dan rusak sedang akibat gempa bumi yang terjadi 7 Desember 2016. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak-BPBD) Pidie Jaya, HM Nasir dalam laporannya mengatakan, dana siap pakai itu disalurkan kepada 131 rumah kategori rusak berat dan 142 rumah kategori rusak sedang.

Sebagaimana disampaikan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke Pijay beberapa hari pascagempa bahwa setiap rumah rusak berat mendapat Rp 40 juta dan rumah rusak sedang Rp 20 juta. Dana untuk kedua kategori dimaksud dikirimkan ke rekening masing-masing. Ternyata dari 131 rumah rusak berat tadi, hanya lima rumah yang bersedia menerima Rp 40 juta/unit, sementara lainnya 126 unit menolak. Mereka atau yang 126 itu menuntut supaya masing-masing disalurkan Rp 85 juta pr-unit. Akhirnya, lanjut HM Nasir, permintaan ke 126 orang dimaksud terkabul.

Tapi dengan catatan bahwa dana yang sudah ditransfer sebelumnya sebesar Rp 40 juta supaya dikembalikan (ditransfer kembali) terlebih dahulu, baru kemudian yang bersangkutan akan dikirim Rp 85 juta. Sedangkan dari 142 unit rumah kategori rusak sedang yang setiap unit dibantu Rp 20 juta, ternyata sebanyak 60 rumah menolak, karena menilai rumahnya rusak berat. Sementara 82 orang lainnya bersedia menerima sebagaimana tersebut diatas (Rp 20 juta/unit). Ke-82 orang yang menyetujui tadi, dananya sudah masuk ke rekening masing-masing dan diharapkan agar segera merehab rumahnya.

Bagi yang menolak dibayar Rp 20 juta ada 60 rumah protes karena diklaim rusak sedang dan mereka menuntut masuk pada rusak berat. Akhirnya, ke-60 orang ini masuk kategori rusak berat (Rp 85 juta/unit), tapi dengan catatan mereka harus menunggu dananya ditransfer. Bupati Pijay, dalam sambutannya seusai menyerahkan bantuan secara simbolis, kembali mengulas balik upaya pemkab dalam memperjuangkan dana rehab rekon. Yang sebelumnya pemerintah pusat mengucapkan langsung membayar Rp 40 juta/unit untuk rumah rusak berat, belakangan menjadi Rp 85 juta/unit.

Sementara rumah rusak sedang tetap seperti sediakala atau Rp 20 juta/unit. “Perjuangan dari Rp 40 juta menjadi Rp 85 juta/unit bukan mudah,” kata Aiyub. Hal itu perlu diperjelas, lanjut bupati, karena sebelumnya beredar suara-suara sumbang di kalangan masyarakat. "Seakan Pemkab Pijay mempermainkan (mendepositokan) uang itu sehingga rumah korban gempa terlambat dibangun," papar H Aiyub Abbas di hadapan korban gempa dan muspika. (/serambinews)

 

Jumlah Kunjungan

16384
Hari iniHari ini1
KemarinKemarin71
Minggu iniMinggu ini518
Bulan iniBulan ini1206
SemuaSemua16384

PETA LOKASI

Kantor Bupati Pidie Jaya Bagian Humas dan Protokoler Setdakab

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Follow