PIDIE JAYA- Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Ir. Nazaruddin mengatakan, angka kemiskinan  kabupaten Pidie Jaya yang mencapai 23 persen atau daerah kedua termiskin di Aceh akan dapat ditekan sampai 10 persen dalam lima tahun kedepan. Rasa optimisnya didasarkan pada, apabila sektor pertanian sawah serius di garap pemerintah daerah setempat.

Ia menjelaskan, 110 ribu ton gabah yang diproduksi  petani Pidie Jaya pertahun, setelah digiling menjadi beras akan menghasilkan 10 persen dedak. Dedak 10 persen dari gabah tersebut bila di uangkan mencapai Rp 24 Milyar. Selain itu, hasil rendimen gabah 110 ribu ton dapat menghasilkan 50 ribu ton beras.

Dia mengkalkulasikan, apabila keuntungan tiap Kilogram beras dihitung sebesar Rp 1000 saja, maka akan keuntungan yang diperoleh berkisar Rp 50 Milyar.

“Apabila pertanian  sawah ini mampu di garap maksimal dan gabahnya diolah di sini, potensi PAD Pidie Jaya dari pertanian mencapai kurang lebih Rp.100 Milyar. selain juga mampu menampung puluhan ribu Harian Ongkos Kerja (HOK),” ungkap Nazaruddin.

Dia menambahkan, dengan potensi PAD yang begitu besar dari pertanian sawah, maka menekan  angka kemiskinan Pidie Jaya yang saat ini mencapai 23 persen sampai dengan 10 persen dalam lima tahun yang akan datang bukanlah isapan jempol belaka.

“Sangat ironis,  dengan potensi begitu besar  yang di cetak oleh   petani kita tidak berputar di sini, akan tetapi  dinikmati pengusaha Medan,”sebutnya.

Disisi lain Nazaruddin menjelaskan,  kondisi pertanian sawah Pidie Jaya saat ini tertib tanamnya sudah rusak, sehingga pertanian  Pidie Jaya yang memiliki luas lahan 8.764 hektar baru terekploitasi 25 persen saja. Hal tersebut berbanding terbalik dengan mata pencarian utama masyarakat daerah ini.

Kendati demikian, dikatakannya  eksploitasi pertanian Pidie Jaya yang  masih sangat rendah tersebut, 75 persen yang belum tereksploitasi masih sangat mungkin dikejar sepenuhnya dengan produksi gabah mencapai 200 ribu ton lebih per tahun.

“apabila  tertib tanam kembali dilakukan,  bukan hal yang mustahil Pidie Jaya dapat dapat melakukan tiga kali panen dan  dengan demikian ketahanan pangan rumah tangga Pidie Jaya juga akan terjamin.” Ungkapnya kepada AJNN selasa (21/10)

Wakil ketua DPRK Pidie Jaya dari Partai NasDem ini juga menyebutkan, apabila tertib tanam ini kembali berjalan dengan ketepatan waktu dan serentak tanam dapat berjalan dengan maksimal, maka hama tikus yang selama ini menjadi musuh bagi petani dengan sendirinya akan punah.

“Efektifnya setiap akhir bulan Desember seluruh Pidie Jaya sudah tutup sawah,” sebutnya.

Dia juga menekankan pemkab Pidie Jaga untuk serius memikirkan bagaimana caranya agar gabah yang dihasilkan petani Pidie Jaya tidak keluar propinsi lain. Hal tersebut dapat dilakukan pemkab dengan mendata kembali kilang padi yang ada di Pidie Jaya dan atau pemerintah sendiri yang mengolah gabah dengan mendirikan BUMD.

sumber : ajnn.net

Read more