SKPK,

  • 3.000 Rumah untuk Warga Miskin Mendesak Dibangun

    MEUREUDU - Wakil Bupati (Wabup) Pidie Jaya, H Said Mulyadi SE, MSi mengatakan, setidaknya 3.000 unit rumah warga miskin di wilayahnya mendesak untuk dibangun tahun ini. Sementara kemampuan daerah hanya bisa membangun 100 unit/tahun.

    Hal itu disampaikan Said Mulyadi, dalam sambutannya pada acara penyerahan zakat dan infaq yang dikumpulkan Baitul Mal di Op Room Kantor Bupati Lama di Meureudu, Senin (8/6). Pihaknya bersama Kepala Baitul Mal setempat, kata Wabup sudah turun ke sejumlah kecamatan mengamati langsung kondisi rumah warga dan banyak yang tidak layak huni serta butuh uluran tangan pemerintah. “Kalau kita bangun baru seluruhnya jelas tak mungkin, tapi setidaknya rehab dulu,” kata Said Mulyadi.

    Read more
  • Baitul Mal Salurkan ZIS Tahun 2015

    MEUREUDU - Senin (8/6) Kepala Baitul Mal Pijay, Tgk Marzuki HM Ali dalam laporannya antara lain menyebutkan, zakat bukan hanya perwujudan ketaatan manusia kepada Allah dan Rasul. Tapi jauh dari itu sebagai kekuatan sosial untuk memperkokoh sesama manusia. Baitul Mal akan berupaya keras supaya kedepan pemasukan zakat dan infaq lebih besar lagi yang pada gilirannya jumlah nominal yang diterima warga meningkat. Dilaporkan, Baitul Mal juga menerima Infaq dari H Said Mulyadi, Wabup Pijay sebesar Rp 10 Juta.        

    Tgk M arzuki melaporkan, penerimaan zakat priode Januari- April 2015 sebesar Rp 869.689.542 dan Infaq Rp 591.579.338, sehingga totalnya Rp 1.461.268.880. Sementara  zakat dan Infaq yang disalurkan kepada 3.178 orang fakir miskin. Rinciannya, Bandarbaru 750 jiwa, Panteraja 181 jiwa, Trienggadeng 476 jiwa, Meureudu 439 jiwa, Meurahdua 241 jiwa, ulim 318 jiwa, Jnagkabuya 208 jiwa dan Bandardua 565 jiwa. Setiap jiwa mendapat Rp 200.000, sehingga totalnya menjadi 635.600.000 papar Marzuki HM Ali.

    Bantuan untuk senif fisabilillah yakni tiga orang ustad dan 10 orang santri kader tahfizh madrasah ummul quran (MUQ) Rp 42.000.000. Bantuan juga disalurkan kepada 212 orang pimpinan dayah/balai pengajian sejumlah Rp 78.000.000  serta pembangunan satu unit rumah untuk Nek Hamiyah janda miskin warga Gampong Peulakan Tunong Becamatan Bandardua Rp 70.000.000.

    Sementara itu Wakil Bupati (Wabup) Pidie Jaya, H Said Mulyadi SE, MSi mengatakan, setidaknya 3.000 unit rumah warga miskin di wilayahnya mendesak untuk dibangun tahun ini. Sementara kemampuan daerah hanya bisa membangun 100 unit/tahun.

    Pihaknya bersama Kepala Baitul Mal setempat, kata Wabup sudah turun ke sejumlah kecamatan mengamati langsung kondisi rumah warga dan banyak yang tidak layak huni serta butuh uluran tangan pemerintah. “Kalau kita bangun baru seluruhnya jelas tak mungkin, tapi setidaknya rehab dulu,” kata Said Mulyadi.

    Program bedah rumah akan diupayakan mulai tahun depan dan jumlahnya disesuaikan dengan anggaran yang tersedia, disamping memang ada yang benar-benar perlu bangun baru. Pemkab Pijay sangat mengharapkan bantuan semua pihak terutama mereka yang memang berhak mengeluarkan zakat dan infaq. Diakui selama ini zakat dan infaq hanya dari PNS dan pengusaha saja yang masuk. Sementara dari sumber lainnya seperti para pedagang/pertokoan hanya baru tahap pendataan.

     

    Selengkapnya...

    Read more
  • Dinas PU Siap Bangun Rumah Sehat Sederhana

    Meureudu - Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pidie Jaya siap membangun Rumah Sehat Sederhana (RSS) dengan sumber dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2015. Jumlah rumah yang akan dibangun berjumlah 118 unit dengan nilai per unitnya Rp. 80.000.000. Pembangunan tersebut tersebar di 8 Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Pidie Jaya dengan rincian 23 Unit di Kecamatan Bandar Baru, 7 Unit di Kecamatan Panteraja, 13 Unit di Kecamatan Trienggadeng, 16 Unit di Kecamatan Meureudu, 9 Unit di Kecamatan Meurah Dua, 16 Unit di Kecamatan Ulim, 9 Unit di Kecamatan Jangka Buya dan 24 Unit di Kecamatan Bandar Dua.

    Selengkapnya...

    Read more
  • DKP Hadiahi Rp 50 Ribu untuk Penangkap Lele

    MEUREUDU - Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan hari kedua pelaksanaan Pekan Kebudayaan Pidie Jaya (PKPJ) di Pantai Kuthang, Desa Sagoue, Kecamatan Trienggadeng, Selasa (2/6) malam. Berbagai kegiatan dilakukan untuk menarik pengunjung, bahkan di pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) memberikan hadiah Rp 50 ribu kepada setiap pengunjung yang berhasil menangkap lele dalam sebuah kolam 2x3 meter di stand mereka.

    Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya DKP Pijay, Yulizar SP menyebutkan setiap pengunjung yang berminat hanya dibolehkan menangkap seekor lele, jika berhasil, panitia memberi hadiah Rp 50 ribu. Sedangkan untuk kesempatan selanjutnya diberikan kepada pengunjung lainnya. “Lomba menangkap lele kami gelar setiap malam,” kata Yulizar.

    Stand DKP ini terletak strategis diapit oleh Panggung Utama, Stand Disperindagkop dan UKM serta arena bermain anak-anak. Adapun Stand Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang menampilkan replika sebuah jembatan gantung karya Rizal Fikar (Kabid) juga dipadati pengunjung. Selain di stand SKPK, pengunjung juga tampak ramai di stand tingkat Kecamatan, seperti di Stand Kecamatan Panteraja yang menampilkan hiasan miniatur boat kayu dilengkapi pernak pernik lampu hias led. Miniatur ini sebagai tanda Kecamatan Panteraja terletak di pinggir pantai dan memiliki Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Kuala Panteraja.

    Hingga tadi malam, suasana Pantai Kuthang juga dipadati pengunjung. Masyarakat tampak antusias menyaksikan beragam kegiatan yang ditampilkan disana. Pada lomba rapai di Panggung I, mayoritas pengunjung adalah para orang dewasa. Mereka dengan tekun menyaksikan group penabuh rapai dengan lantunan suara yang begitu memukau. Apalagi permainan yang satu ini belakangan tergolong mulai menyurut terutama di kawasan seputar ibukota kecamatan. Selain lomba tari tradisi dan kreasi serta gebyar seni yang tampil di panggung I dan II, suasana pasar rakyat/niaga dan stand pameran juga disesaki pengunjung.

    Siangnya di lapangan bola kaki kecamatan setempat, ratusan warga menyaksikan lomba gelayang tunang. Sementara lomba seumapa yang tampil di panggung II mayoritas dipenuhi kaum ibu dan kaulamuda. Membludaknya warga hadir ke arena PKPJ pada hari kedua atau tepatnya Selasa malam, karena pada Senin (1/6) siang seusai acara pembukaan hingga esoknya Selasa (2/6) siang suasana sepi senyap. Rangkaian kegiatan baru mulai aktif pada petang sampai malamnya. Umumnya masyarakat hadir kesana sekalian memboyong anggota keluarganya masing-masing. Dilaporkan, mereka datang dari sejumlah kecamatan di Pidie Jaya, Pidie bahkan juga dari kabupaten tetatngga Bireuen. Sejumlah personil polisi, petugas dari Dinas Perhubungan serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sibuk mengatur arus lalu lintas di jalan nasional sehingga kendaraan yang melaju dari dua arah menjadi tertib dan lancar termasuk para pejalan kaki. (serambinews)

    Read more