MEUREUDU - Wakil Bupati (Wabup) Pidie Jaya, H Said Mulyadi SE, MSi mengatakan, setidaknya 3.000 unit rumah warga miskin di wilayahnya mendesak untuk dibangun tahun ini. Sementara kemampuan daerah hanya bisa membangun 100 unit/tahun.

Hal itu disampaikan Said Mulyadi, dalam sambutannya pada acara penyerahan zakat dan infaq yang dikumpulkan Baitul Mal di Op Room Kantor Bupati Lama di Meureudu, Senin (8/6). Pihaknya bersama Kepala Baitul Mal setempat, kata Wabup sudah turun ke sejumlah kecamatan mengamati langsung kondisi rumah warga dan banyak yang tidak layak huni serta butuh uluran tangan pemerintah. “Kalau kita bangun baru seluruhnya jelas tak mungkin, tapi setidaknya rehab dulu,” kata Said Mulyadi.

Program bedah rumah akan diupayakan mulai tahun depan dan jumlahnya disesuaikan dengan anggaran yang tersedia, disamping memang ada yang benar-benar perlu bangun baru. Pemkab Pijay sangat mengharapkan bantuan semua pihak terutama mereka yang memang berhak mengeluarkan zakat dan infaq. Diakui selama ini zakat dan infaq hanya dari PNS dan pengusaha saja yang masuk. Sementara dari sumber lainnya seperti para pedagang/pertokoan hanya baru tahap pendataan.

Kepala Baitul Mal Pijay, Tgk Marzuki HM Ali dalam laporannya antara lain menyebutkan, zakat bukan hanya perwujudan ketaatan manusia kepada Allah dan Rasul. Tapi jauh dari itu sebagai kekuatan sosial untuk memperkokoh sesama manusia. Baitul Mal akan berupaya keras supaya kedepan pemasukan zakat dan infaq lebih besar lagi yang pada gilirannya jumlah nominal yang diterima warga meningkat. Dilaporkan, Baitul Mal juga menerima Infaq dari H Said Mulyadi, Wabup Pijay sebesar Rp 10 Juta.        

Tgk M arzuki melaporkan, penerimaan zakat priode Januari- April 2015 sebesar Rp 869.689.542 dan Infaq Rp 591.579.338, sehingga totalnya Rp 1.461.268.880. Sementara  zakat dan Infaq yang disalurkan kepada 3.178 orang fakir miskin. Rinciannya, Bandarbaru 750 jiwa, Panteraja 181 jiwa, Trienggadeng 476 jiwa, Meureudu 439 jiwa, Meurahdua 241 jiwa, ulim 318 jiwa, Jnagkabuya 208 jiwa dan Bandardua 565 jiwa. Setiap jiwa mendapat Rp 200.000, sehingga totalnya menjadi 635.600.000 papar Marzuki HM Ali.

Bantuan untuk senif fisabilillah yakni tiga orang ustad dan 10 orang santri kader tahfizh madrasah ummul quran (MUQ) Rp 42.000.000. Bantuan juga disalurkan kepada 212 orang pimpinan dayah/balai pengajian sejumlah Rp 78.000.000  serta pembangunan satu unit rumah untuk Nek Hamiyah janda miskin warga Gampong Peulakan Tunong Becamatan Bandardua Rp 70.000.000. (serambinews)