Meureudu – sebanyak 200 orang pendidik yang berasal dari unsur guru dan pengawas, memulai tahapan diseminasi pelatihan praktik yang baik tingkat sekolah dasar di Kab. Pidie Jaya. Kegiatan yang dibuka oleh kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya, Dr Roeslan A Gani MPd tersebut dibagi atas dua gelombang pelatihan dan akan berlangsung hingga 12 Oktober 2015 di SDN Teupin Pukat dan SDN 3 Meureudu.

Dalam sambutannya, kepala dinas pendidikan berharap peserta dapat memanfaatkan pelatihan ditengah keterbatasan anggaran pelatihan untuk para guru, “Harapan saya seluruh peserta dapat memanfaatkan dan mengikuti Workshop dengan serius sehingga selain dapat diimplementasi pada diri sendiri, juga dapat meneruskannya kepada guru-guru lain yang belum mendapatkan pelatihan,” kata Roeslan. Kadis juga menegaskan tentang pentingnya kedisiplinan dalam pelatihan dan dukungan pengawas untuk membina para guru. “Bila tahun ajaran 2016/2017 pemerintah menerapkan K13 secara menyeluruh, maka kita sudah siap melaksanakannya,” tegas Kadis.

Senada dengan Roeslan, Kasi PTK Dikdas, M. Gade menjelaskan pada umumnya guru masih sulit mengintegrasikan muatan pembelajaran ke dalam tema dan belum terbiasa menggunakan rubrik penilaan, “Guru kita masih sulit mengintegrasikan muatan pembelajaran ke dalam tema karena guru masih terbiasa dengan pendekantan mata pelajaran dan penilaian masih bersifat subjektif. Sangat tepat hari ini yang dilakukan oleh USAID PRIORITAS dalam peningkatam kopetensi guru. Guru hari ini harus bermutu dan cerdas sehingga dapat menciptakan anak yang bermutu dan cerdas,” tambah M. Gade.

Selama empat hari, peserta akan diberi pemahaman menyeluruh tentang pembelajaran aktif yang diterapkan pada jenjang SD/MI terutama dengan adanya kebijakan pemerintah Aceh untuk penerapan Kurikulum 2013. Selain itu dalam kegiatan pelatihan ini peserta juga akan mendalami tentang mengelola Pembelajaran secara Efektif, melayani Perbedaan Individu dalam Pembelajaran, pertanyaan tingkat tinggi, penialain autentik, gender di sekolah, literasi lintas kurikulum dan melakukan praktik langsung pembelajaran selama setengah hari di sekolah yang terpilih.

Kegiatan yang dipandu oleh fasilitator daerah (Fasda) USAID PRIORITAS tersebut diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah terutama di Kabupaten Pidie Jaya, “Untuk mendiseminasikan modul pelatihan ini, kami membantu menyediakan tenaga Fasda yang berasal dari Kabupaten Pidie Jaya, sedangkan biaya lain seperti konsumsi dan transportasi peserta ditanggung oleh Dinas Pendidikan,” kata Mashadi koordinator USAID PRIORITAS Kabupaten Pidie. “Karena pelatihan ini merupakan komitmen dan keinginan Dinas Pendidikan, maka kami yakin pelatihan ini dapat menjadi sarana yang bermanfaat bagi para pendidik untuk dapat menerapkan model baru dalam pembelajaran di Sekolah mereka,” jelasnya.