Meureudu – Bupati Pidie Jaya. Aiyub Abbas sahkan Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2015 tentang Penataan dan Pemerataan Guru Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. “Dengan adanya peraturan yang bersumber pada pendataan yang lengkap seperti ini, dapat menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan kedepan dan memperioritaskan guru berdasarkan kebutuhan,” jelas bupati di ruang kerjanya minggu lalu yang juga didampingi oleh Sekretaris Daerah Pidie Jaya, Iskandar dan Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya, Roeslan Abdul Gani. “Kita perlu menyesuaikan antara kebutuhan dengan jumlah guru sehingga tidak terjadi penumpukan guru terutama di kabupaten. Harus ada pemerataan mutu pendidikan yang lebih baik untuk seluruh anak didik hingga ke desa, jadi jangan sampai terjadi kekurangan guru di desa,” lanjut bupati.

Di Pidie Jaya, pada jenjang SD dari 598 rombongan belajar (rombel) terjadi kelebihan guru kelas sebanyak 14 guru dan kekurangan guru PAI dan penjas sebanyak 53 orang. Untuk jenjang SMP dari 574 guru yang tersedia dengan kebutuhan guru hanya 348 orang maka terjadi kelebihan guru sebanyak 226 orang. Kelebihan guru didominasi pada mata pelajaran (mapel) IPA, IPS dan PAI. Hal tersebut bertolak belakang dengan kebutuhan guru mapel sosial budaya, TIK, Bimbingan Konseling dan Muatan lokal yang masih kekurangan sebanyak 36 guru.

Data guru yang disusun dan dianalisis bersama tim dinas pendidikan, kemenag dan USAID PRIORITAS tersebut bersumber dari hasil pengolahan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemdikbud dan Software SIMPK-DAPODIK yang dikembangkan USAID PRIORITAS. Dari analisis yang dilakukan terbukti ketidak merataan penyebaran guru di Pidie Jaya karena masih adanya kekurangan guru (PNS) mapel tertentu, tetapi jika dilihat dari penyebaran guru, masih ada sekolah yang kelebihan guru.

“Permasalahannya sekarang, jika kita melihat secara keseluruhan di Pidie Jaya terjadi kelebihan guru, tetapi jika melihat pemenuhan jam mengajar guru di sekolah terjadi kekurangan jam mengajar bagi 38 persen guru dan kekurangan guru mapel tertentu. Ini berarti guru menumpuk pada sekolah dan lokasi tertentu misalnya di Meureudu,” kata Muhibbudin ahli manajemen pendidikan USAID PRIORITAS Aceh.