Meureudu - Kabupaten Pidie Jaya menargetkan sasaran areal tanam padi, jagung, dan kedelai (Pajale) untuk Musim Tanam Gadu (MTG) 2016 yang dimulai April seluas 10.687Ha. Untuk menambah semangat petani, benih padi akan digratiskan dengan bantuan Pemerintah Pusat, "alat pengolahan tanah (traktor) termasuk juga alat pemanen telah tersedia dengan cukup, sementara benih padi diberikan secara cuma-cuma," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Pijay drh. Muzakkir Muhammad.

Tingginya target tanam terutama padi, lanjut Muzakkir, sebagai upaya mendukung program nasional gerakan ketahanan pangan kerjasama Kementerian Pertanian (Kementan) dengan Tentara Manunggal Ketahanan Pangan (TMKP). Tujuannya adalah untuk meningkatkan produksi yang pada gilirannya impor ketiga jenis komoditi tersebut dapat dikurangi, "hasil panen padi rendengan yang kini sedang berlangsung di Pidie Jaya rata-rata 7 ton/ha," Kata Muzakkir.

Rincian rencana luas tanam masing-masing komoditi tersebut yaitu, padi 8.370 ha, jagung 1.317 ha, dan kedelai seluas 1.000 ha. Karena pada musim gadu lazimnya persediaan air terbatas apalagi belakangan musim kemarau, lanjut Muzakkir, maka untuk padi lebih diarahkan pada Kecamatan yang sumber air nya memadai, yaitu Meureudu, Meurah Dua, Ulim, sebagian Kecamatan Trienggadeng serta Kecamatan Bandar Baru. Sementara daerah-daerah yang krisis air di utamakan jagung atau kedelai.

Beberapa ketua kelompok tani di Pijay secara terpisah menyebutkan, tinggi nya animo petani untuk kembali menggarap lahan persiapan MTG 2016 lantaran panen yang kini sedang berlangsung tergolong lumayan hasilnya dan harga jual gabah pun masih normal. Abubakar Sarrah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Panteraja, mengatakan, hasil padi kali ini rata-rata mencapai 7 ton/ha Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga jual Rp. 4.600 per Kilogram. (/serambi)