MEUREUDU - Rencana pola ruang Kabupaten Pidie Jaya terdiri dari kawasan lindung, kawasan budidaya, dan kawasan pola ruang laut. Kawasan lindung sendiri terdiri dari kawasan hutan lindung, kawasan perlindungan setempat, kawasan rawan bencana alam, dan kawasan lindung geologi.

Dan dalam kawasan perlindungan setempat, selain sempadan pantai dan sempadan sungai, juga terdapat pengoptimalan Ruang Terbuka Hijau atau RTH sebagai salah satu bentuk dari implementasi kawasan perlindungan setempat.

Ruang Terbuka Hijau atau RTH merupakan area memanjang atau jalur atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka dan tempat tumbuh tanaman: baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.

Dalam Qanun Kabupaten Pidie Jaya Nomor 4 tahun 2014  tentang  Rencana Tata Ruang Wilayah (RT RW) Kabupaten Pidie Jaya tahun 2014-2034 disebutkan, RTH mesti ada sebesar tiga puluh persen dari luasan kawasan perkotaan di masing-masing delapan kecamatan yang ada di Pidie Jaya.

Izin pemanfaatan ruang terbuka hijau atau RTH perkotaan diperbolehkan untuk konservasi lingkungan, peningkatan keindahan kota, rekreasi, dan sebagai penyeimbang guna lahan industri dan permukiman. Juga diperbolehkan pendirian bangunan yang menunjang kegiatan rekreasi dan fasilitas umum lainnya dan diperbolehkan penyediaan tanah pemakaman dengan ketentuan minimal seluas hektare pada masing-masing desa atau kelurahan.

Di samping itu, salah satu ketentuan umum peraturan zonasi di kawasan sekitar prasarana sistem jaringan energi, juga mesti disusun dengan adanya pemanfaatan ruang di sepanjang jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) yang diarahkan sebagai ruang terbuka hijau atau RTH.

Kemudian, peraturan zonasi untuk sistem jaringan limbah domestik juga mesti menerapkan persentase ruang terbuka hijau di zona bangunan penunjang dan instalasi pengolahan limbah minimal 20 persen.

Selanjutnya, salah satu ketentuan umum peraturan zonasi kawasan sempadan sungai, zonasi kawasan sempadan mata air, dan zonasi kawasan sempadan pantai, disusun berdasarkan pengoptimalan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau atau RTH.

Lebih lanjut, peraturan zonasi kawasan rawan banjir, zonasi kawasan gerakan tanah tinggi, dan kawasan rawan tsunami juga diperbolehkan disusun untuk kegiatan RTH.(sinarpidie.co/redaksi)