MEUREUDU - Pada musim tanam gadu (MTG) 2019 ini, Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya menyalurkan bantuan benih padi untuk petani di kabupaten itu. Benih bantuan yang bersumber dari dana otonomi kabupaten (DOK) itu berjumlah 66.850 kg untuk luas areal tanam 2.674 hektare.

Kabid Produksi Distanpang Pijay, Safri SP, MP, kepada Serambinews,com Senin (8/4/2019) berharap petani sesegera mungkin menabur benih bantuan tersebut. Saat ini, kata Safri, benih bantuan itu sedang dalam proses penyaluran, terutama bagi daerah-daerah yang sudah dan sedang mengolah tanah. Dia menyebutkan, ke-66.850 kg benih bantuan tu disebar ke tujuh dari delapan dari kecamatan di Pijay. Yaitu, Meureudu, Trienggadeng, Jangkabuya, Bandardua, Meurahdua, Ulim dan Bandarbaru.

Sedangkan Kecamatan Panteraja, kebetulan kali ini tidak kebagian dan akan dibantu pada musim tanam rendengan 2019/2020 mendatang,” kata Safri. Varietas yang dibantu adalah, Inpari 30, 33, dan Inpari 33. Diakui, bantuan yang disalurkan hanya kurang lebih sepertiga dari rencana luas tanam gadu 2019 ini. Ditanya tentang benih padi untuk lahan kering (padi gogo), Safri menyebutkan sedang diuapayakan.

Kalau pun tidak terkejar kali ini, akan diupayakan pada musim tanam rendengan (pade thon) atau akhir tahun ini.

Zakaria Gani, Kepala BPP Jangkabuya, menjawab Serambinews,com mengatakan, ia bersama sejumlah penyuluh dalam pekan ini sedang gencar menyalurkan benih kepada kelompok tani.

Jangkabuya mendapat bantuan benih, kata Zakaria, sebanyak tujuh dari 10 gampong, yaitu, Kiran Baroh, Kiran Krueng, Kiran Dayah, Mukoue Meugit,Mukoue Jurong, Kuta Baroh, dan Jurong Ara.

Saya sudah terima benih bantuan tadi siang,” kata Muhammad Nasir, Keuchik Gampong Kiran Krueng kepada Serambinews,com. Kadistanpang Pijay, drh Muzakkir Muhammad, yang dikonfirmasi menambahkan, selain benih padi, pada MTG ini pemerintah juga membantu benih jagung. Sasaran areal tanam terluas adalah Bandardua. Kecamatan yang satu ini, kata Muzakkir memang sudah “demam” jagung. Beberapa kecamatan lain juga ikut dikembangkan dengan luas tanam bervariasi.(SerambiNews/Abdullah Gani)