Pidie Jaya - Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Beri Penyuluhan pada acara Sosialisasi Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR) yang digelar oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Pidie Jaya, di Aula Kantor Camat Tringgadeng, Selasa. 09/04/2019.

Acara sosialisasi yang dihadiri oleh kepala DKP Pidie Jaya beserta seluruh staf, kabid dan kasi,  Panglima Laut (Abu Laot), juga ratusan petan PUGaR dari kecamatan Bandar Baru dan Tringgadeng dengan nara sumber pokok Staf KKP RI dari Jakarta dan Kadis DKP Pidie Jaya, juga hadir perwakilan dari DKP Aceh, serta intelijen kepolisian Polsek Tringgadeng.

Pada pembukaan acara sosialisasi tersebut, Kepala DKP Pidie Jaya, Ir. Kamaluddin yang intim dipanggil Ayah Kamal, memberikan arahan dan bimbingan kepada para petani PUGaR untuk jangan ragu dalam mengelola usaha garam yang ada di daerahnya masing-masing. Sebab modal sudah ada dari Jakarta.

"Di Indonesia saat ini membutuhkan enam juta ton garam perhari. Sementara produk yang tersedia cuma 3,5 juta ton saja perhari. Jadi tiap hari Indonesia kekurangan garam 2,5 juta ton perhari, maka jangan takut soal pemasaran, sebab semakin banyak garam yang kita produksi, rasa garam yang asin akan berubah menjadi manis. Bayangkan kalau satu hari kita bisa memproduksi garam sampai setengah ton dengan harga Rp.4000, maka garam itu tidak asin lagi," terang Ayah Kamal menghasilkan banyaknya uang hasil produksi garam.

"Yang asin, jika garam dalam satu hari produksi kita cuma10-30Kg karena uangnya sedikit," sambungnya.

"Pada hari ini, kita kedatangan tamu istimewa dari KKP Jakarta ke kabupaten kita untuk menjelaskan langsung bagaimana perhatian pusat (KKP) terhadap produk garam yang ada di Pidie Jaya. Bahkan kedatangan beliau kemari juga untuk memberikan sosialisasi dan perhatian pusat yang sangat besar kepada petani PUGaR Pidie Jaya untuk mengembangkan usaha garam ini semaksimal mungkin," kata Ayah Kamal.

Kemudian Ayah Kamal menjelaskan panjang lebar agar produksi garam lebih meningkat yaitu dengan menggunakan Channel dan Dapur pemasak garam sscara praktis dan ekonomis. Dengan menggunakan dapur yang ukurannya 120 cm x 250cm dapat mengahsilkan garam 100 kg setiap 10 jam. Dengan cara ini, petani bisa memproduksi garam 100 kg perhari dalam satu unit dapur. Jika petani mampu membuat sampai 5 dapur, berarti perhari satu orang petani mampu memproduksi garam setengah ton perhari, jelas Ayah Kamal.

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesi (KKP RI) Susi Pudjiastuti melalui staf ahlinya Amna sangat mengapresiasi atas keseriusan petani PUGaR Pidie Jaya dalam usaha memajukan produksi garam dengan cara meninggalkan cara produksi lama (alami) menuju produksi baru (modern), baik dengan memakai channel maupun dengan cara memakai dapur masak yang produksinya sampai 100 kg perdapur.

"Kami dari KKP di Jakarta sangat mengpresiasi atas usaha PUGaR di Pidie Jaya, yang tentu tidak lepas dari kerja keras kadis DKP di sini dan juga para petaninya. Hingga pemerintah pusat, lewat KKP memberikan bantuan terbesar kepada PUGaR Pidie Jaya di tahun 2019 ini. Bahkan PUGaR Pidie Jaya merupakan PUGaR terbesar di Aceh dan bahkan di Sumatra. Aceh berada di urutan ketiga setelah Madura dan Nusa Tenggara Barat," ungkap Amna.

Acar sosialisasi berakhir tepat menjelang shalat Dhuhur dan makan siang bersama di Rumah Makan Cek Sal Tringgadeng. (MediaAdvokasi/Ismail Alfatah)