IMG-20191106-WA0011-picsay.jpgIMG-20191106-WA0034-picsay.jpgIMG-20191111-WA0047-picsay.jpg13.jpegIMG-20191219-WA0006-picsay.jpgIMG-20191118-WA0010-picsay.jpgIMG-20191219-WA0005-picsay.jpgIMG-20191118-WA0011-picsay.jpgIMG-20191108-WA0039-picsay.jpgIMG-20191111-WA0050-picsay.jpg

MEUREUDU - Pemerintah akan membantu 74 ton benih padi bersertifikat bagi petani Pidie Jaya, untuk mendorong percepatan tanam musim rendengan 2019/2020 di kabupaten itu yang dimulai Oktober 2019. Bantuan itu berasal dari Kementerian Pertanian (Kementan) sebanyak 25 ton, APBA 25 ton, dan dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) sebanyak 24 ton.

Hal itu disampaikan Kabid Produksi Distanpang Pijay, Safri Sallam SP MP kepada Serambi, kemarin. Dikatakan, benih padi tersebut akan dialokasikan kepada kelompok tani yang jadwal tanamnya tepat. "Karena ketepatan waktu atau jadwal adalah salah satu faktor penentu dalam berusaha tani," kata Safri

Ditambahkan, dari sejumlah kecamatan di Pijay, sebagian di antaranya sudah lumayan bagus. Padahal dari segi penyediaan air masih tergolong sulit. "Tapi karena mayoritas petani mengikuti jadwal yang telah diatur, sehingga kalau pun terjadi krisis air tidak terlalu kentara dan mengikuti sistem bergilir," katanya lagi.

Sementara Kadistanpang Pijay, drh Muzakkir Muhammad MP mengajak petani di wilayahnya untuk melindungi burung hantu atau tyto alba yang belakangan populasinya mulai meningkat. Alasannya, keberadaan burung hantu yang sengaja didatangkan dari Jawa Tengah sekitar tiga tahun lalu dan kini telah berkembangbiak bertujuan untuk menekan hama tikus pada tanaman. Seekor burung hantu rata-rata dapat memakan 7 ekor tikus setiap malam. Saat ini burung hantu yang sudah mencapai puluhan ekor tersebar di beberapa hamparan sawah di Meureudu, Ulim, dan Meurah Dua.(SERAMBI NEWS / ABDULLAH GANI)

 

 

Jumlah Kunjungan

21251
Hari iniHari ini45
KemarinKemarin70
Minggu iniMinggu ini25
Bulan iniBulan ini1861
SemuaSemua21251

PETA LOKASI

Kantor Bupati Pidie Jaya Bagian Humas dan Protokoler Setdakab

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Follow