MEUREUDU - Bupati Pidie Jaya (Pijay) Aiyub Abbas, yang akrab disapa Abua, Rabu (16/10) meluncurkan (launching) penerapan kartu identitas anak (KIA) di Kabupaten Pidie Jaya. Launching berlangsung meriah dan dihadiri Sekda, para Asisten, Kepala SKPK, camat, kepala Puskesmas, bidan, tokoh masyarakat dan geuchik, ormas kabupaten setempat, serta unsur lainnya. Launching ditandai pula dengan Sosialisasi Penerapan Permendagri No 2 Tahun 2016 tentang KIA yang dilaksanakan Disdukcapil Pijay dengan narasumber Kabid Fasilitasi Pendaftaran Penduduk Dinas Registrasi Kependudukan Aceh (Kabid Dafduk DRKA) H Nurdin F Joes. Abua dengan berseloroh mengatakan, penerapan KIA di Pijay dikakukan dengan "segera-segera" dan "tidak ditunda-tunda". Dia mengajak masyarakat untuk segera mengurus KIA ke Disdukcapil sambil berharap jajaran Dukcapil dapat memberikan pelayanan terbaik bagi warga Pijay. Kadisdukcapil Pijay Helmi SSTP MSi menyebutkan ada letupan semangat dari Abua untuk melaunching KIA sejak September. Namun karena jadwal bupati yang sangat padat dan sibuk makan launching KIA baru dapat dilakukan pertengahan Oktober 2019. Di Pijay, tambah Helmi, dari jumlah penduduk 160.921 jiwa, 48.469 (0.94%) di antaranya merupakan anak-anak yang wajib memperoleh KIA. Untuk itu, dalam usaha mengejar target kepemilikan KIA, pihaknya akan menyahuti keinginan Abua memacu rekam-cetak KIA di kantor Dukcapil. Atau, akan melakukan jemput bola (jebol) rekam-cetak KIA ke sekolah-sekolah baik itu PAUD, SD, MIN dan sekolah lainnya bekerja sama dengan pimpinan lembaga pendidikan. Helmi merasa bangga terhadap kehadiran dan semangat Abua dalam melaunching KIA. Itu artinya, masyarakat Pijay akan semakin terdorong dan memiliki semangat yang sama dengan bupati untuk melengkapi KIA bagi anak-anaknya. Sementara F Joes dari DRKA mengatakan, dari jumlah penduduk Aceh sebanyak 5.253.512 jiwa, 1.8 juta di antaranya (26%) merupakan usia anak yang wajib memiliki KIA. Pihaknya terus mendorong, mengkoordinasikan, dan memfasilitasi Disdukcapil se-Aceh melakukan rekam-cetak KIA. Fasilitasi yang dapat diberikan antara lain dengan penyediaan blangko KIA, bantuan pembelian printer dan alat rekam-cetak KIA. Sementara, harapannya, Bupati/Walikota juga terus melakukan pendukungan anggaran agar pelaksanaan rekam-cetak KIA di daerah masing-masing tidak terkendala. Sampai pertengahan Oktober 2019, dari 23 kab/kota di Aceh, 21 daerah di antaranya sudah melakukan penerapan KIA bagi anak-anak. "Kita bangga Abua juga sudah menerapkan KIA dengan melakukan launcing di Pidie Jaya," ujar F Joes. (HUMAS)