Percepatan PDTMeureudu - Pada Pembukaan Pekan Kebudayaan Pidie Jaya yang Kedua (PKPJ  II) 9 Juni 2011 yang lalu, Menteri Daerah Tertinggal, Ir. H. Ahmad Helmi Faisal, mengungkapkan bahwa Pidie Jaya masih berada pada kategori daerah tertinggal.
Pada hari ini (11/6), Bappeda Pidie Jaya di bawah koordinasi Asisten Keistimewaan, Ekonomi dan Pembangunan, Fauzi, SH melakukan Rapat Koordinasi Regional Intervensi Prioritas Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), yang dihadiri oleh Wakil Bupati, Kepala Badan dan Kepala Dinas.
Pada kesempatan ini, Ir.Razali Adami, MP, sebagai Kepala Bappeda Pidie Jaya memaparkan kondisi ketertinggalan Pidie Jaya, terutama diakibatkan karena banyaknya pengangguran tersamar, yaitu hampir 43%. Untuk mengatasi hal ini diperlukan penanganan khusus, dimulai dari rumah tangga keluarga, agar muncul kemauan untuk bekerja keras dari diri sendiri. Selain pengangguran, hal lain yang menjadi tantangan dalam mengatasi ketertinggalan adalah kemiskinan, kesenjangan dan rawan pangan. Sesuai dengan RPJMD, isu strategis dalam mengatasi tantangan tersebut adalah:
·    Pengembangan kapasitas daerah menuju pembagunan ekonomi
·    Penciptaan lapangan kerja
·    Prioritas pengentasan kemiskinan
Sebagai langkah awal dalam hal menjawab isu strategis tersebut adalah Pengembangan Produk Unggulan Kabupaten (Prukab). Di Pidie Jaya sendiri, produk unggulannya adalah padi, kakao dan perikanan tangkap. Beliau menyampaikan hal yang utama yang harus dilakukan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, investasi dan infrastruktur. Selain itu yang tidak kalah penting adalah diperlukannya database yang mengarah kepada tugas dan fungsi pokok masing-masing SKPD. Diharapkan kepada semua SKPD yang terlibat pada tahun 2012 ini punya masterplan dan actionplan.

 

Sumber : Syarifah Dina Meutia, M.Kom